Seorang Leader Wajib Memperhatikan 4 Poin Ini Dalam Presentasinya!

Speech Checklist

Para pemimpin seringkali tidak punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan pidato atau presentasinya. Begini cara mengatasinya!

Yep, benar sekali! Para pemimpin seringkali terlalu sibuk karena banyak hal yang harus mereka pikirkan, dan masih lebih banyak lagi yang harus mereka kerjakan. Dan tidak kalah pentingnya: masih banyak lagi yang harus mereka yakinkan. Apa yang harus dilakukan pemimpin sesibuk ini untuk meyakinkan para audiensnya sementara ia hanya punya sedikit waktu untuk membuat presentasinya? Setidaknya ia harus fokus pada 4 hal berikut ini, dikutip dari Build Network (15/03/2013):

– Pesan apa yang ingin saya sampaikan?
– Tindakan / perilaku yang ingin saya munculkan pada audiens lewat presentasi ini?
– Bagaimana caranya agar mereka merasakannya?
– Cara penyampaian seperti apa yang sesuai untuk para audiens?

CEO GE Australia dan New Zealand, Steve Sargent, menggunakan checklist 4 poin (yang hanya membutuhkan waktu 30 detik) ini sebelum berbicara di depan umum, entah itu sekedar rapat kecil ataupun ceramah di hadapan audiens berjumlah besar.

Memang empat pertanyaan ini terlihat sederhana, tapi justru alasan itulah yang menyebabkan kenapa empat pertanyaan ini ada dalam checklistnya: Empat poin ini amat sangat penting.

Empat pertanyaan ini memudahkan dirinya untuk menyesuaikan caranya berkomunikasi dengan situasi yang akan ia hadapi, karena setiap momen komunikasi membutuhkan strategi komunikasi tersendiri, misalnya: cara berkomunikasi dengan para analis saham tentu tidak bisa disamakan dengan cara berkomunikasi dengan tim R & D di rapat internal.

Tujuan utama checklist ini adalah untuk memperjelas apa yang harus Anda lakukan dan memudahkan Anda dalam merangkai pesan yang sesuai dengan situasi yang Anda hadapi. Checklist ini senantiasa menyertai Sargent melakukannya di mana pun dan kapan pun, dan ia mengatakan bahwa ia selalu lupa dengan satu dari empat poin ini bila ia tidak mengeceknya satu per satu.

Untuk anda yang merasa tidak nyaman dengan public speaking, jangan berkecil hati, Sargent mengatakan bahwa dulunya ia juga begitu. “Saya dulunya seorang introvert yang tidak nyaman berdiri di hadapan orang banyak. Bahkan bicara satu lawan satu pun saya tidak nyaman. Lalu saya bergabung dengan sebuah komunitas public speaking lokal, Toastmasters. Keputusan tersebut meningkatkan kepercayaan diri saya,” ujarnya. Bila anda juga seorang introvert dan ingin meningkatkan keterampilan public speaking Anda, baca artikel Susan Cain dalam Psychology Today, “10 Public Speaking Tips for Introverts.”

Sumber: The Build Network

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s