5 Pelajaran Yang Tidak Bisa Anda Dapatkan di Sekolah Bisnis

4557485-education-background-funny-teen-shot-in-studio

Meskipun Anda bergelar sarjana bisnis atau ekonomi, atau apa lah, tapi tahukah Anda bahwa dalam dunia bisnis, pendidikan bisnis yang sebenarnya baru mulai Anda dapatkan ketika Anda mendirikan bisnis. Terutama 5 pelajaran berikut ini yang tidak akan Anda dapatkan di sekolah bisnis mana pun.

Seringkali orang menjadi terlalu percaya diri hanya dengan mengikuti training atau seminar bisnis saja. Padahal, lulus dari sekolah bisnis tidak membuktikan bahwa Anda akan sukses dalam berbisnis, apalagi hanya ikut seminar atau training bisnis beberapa jam saja. Asal Anda tahu, guru bisnis terbaik pun akan mengatakan bahwa hal-hal yang paling menentukan keberhasilan bisnis tidak bisa diajarkan di dalam kelas, ia harus didapatkan dengan mengalaminya langsung. Berikut ini adalah 5 hal yang tidak diajarkan di kelas bisnis menurut Khary Cuffe, salah satu pendiri Heritage Link Brands sekaligus kontributor majalah Inc., dikutip dari Inc (09/03/2012):

Pada akhir tahun pertama kami mendirikan bisnis, saya berlutut dan berdoa kepada Tuhan untuk meminta diberi petunjuk: Apakah kami harus melanjutkan bisnis kami? Kenapa? Karena, meskipun penjualan kami mengalir, namun kami belum menghasilkan keuntungan juga. Seminggu kemudian doa kami terjawab, kami menjalin kesepakatan dengan sebuah maskapai penerbangan besar untuk memasok mereka anggur untuk disajikan di penerbangan internasional mereka. Meskipun sudah mendapat satu petunjuk dari Tuhan, saya masih mengharapkan beberapa hal lain. Saya ditunjukkan keterampilan apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur yang handal.

Dan beberapa tahun terakhir ini saya telah banyak belajar bahwa banyak sekali keterampilan yang diperlukan dalam berbisnis ternyata tidak dapat diajarkan di kelas-kelas bisnis. Apa saja itu?

Membangun bisnis butuh pengorbanan luar biasa.
Terdengar klise memang. Setiap orang yang menulis tentang kewirausahaan pasti mengatakan hal ini. Tapi bagi saya itu belum cukup. Tidak ada satu orang pun yang mampu mempersiapkan Anda untuk menghadapi stres -baik secara mental, fisik, sosial, emosional, dan spiritual- yang akan menimpa Anda saat Anda sedang membangun bisnis Anda sendiri. Membangun bisnis adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa kerasnya yang akan menguji Anda dengan cara yang tidak akan pernah Anda temui di pekerjaan kantoran. Bagi saya dan istri, hal tersebut bahkan menguji kami dengan cara yang nyaris menghancurkan rumah tangga kami yang masih seumur jagung kala itu. Misalnya, kami baru memiliki cukup uang dan waktu untuk melakukan sebuah trip liburan baru setelah tujuh tahun pernikahan kami. Selama tiga tahun pertama pernikahan kami, kami jarang punya waktu untuk berkencan. Sementara Anda sendiri tahu bahwa hal-hal sederhana seperti itulah yang mampu menjaga keutuhan pernikahan. Pada masa itu kami berdua sedang melakukan pekerjaan untuk enam orang, dan itu berarti secara fisik kami tidak memiliki cukup waktu untuk makan ataupun tidur. Artinya kami melewatkan beberapa hal sederhana yang mampu menjaga sebuah pernikahan tetap langgeng. Kami hanya punya sedikit waktu untuk menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga kami dan kami kehilangan kontak dengan keluarga dan teman-teman baik kami. Saat Anda berpikir ingin membangun sebuah usaha , tanyakan dulu pada diri Anda apakah Anda siap menjalani penderitaan yang akan segera singgah dalam kehidupan Anda.

Kesuksesan instan adalah keajaiban yang sangat langka.
Orang-orang suka membaca cerita tentang Facebook, Google, Youtube, LinkedIn, Amazon, dan bermacam cerita lain yang mengisahkan kesuksesan fenomenal untuk membangkitkan semangat mereka, dan seringkali mereka jadi berpikir bahwa kesuksesan bisa diraih dengan cepat. Faktanya adalah, keajaiban-keajaiban yang mereka baca tadi adalah kejadian yang amat langka. Bahkan Amazon dan LinkedIn saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencetak keuntungannya. Di zaman yang serba instan ini, orang-orang Gen Y  sudah terbiasa hidup dengan kemudahan instan. Mereka memiliki DVR, iPads, Netflix dan teknologi lain sejenisnya yang akan memberikan mereka apa yang mereka inginkan segera saat mereka menginginkannya. Sedangkan proses membangun bisnis tidak pernah ada yang mudah. Jika Anda ingin memulai bisnis dan menjadikannya bermakna, persiapkan bisnis Anda untuk menghadapi proses yang lambat. Dengan kondisi perekonomian yang tengah mengalami resesi, untuk mendapatkan sumber daya, baik manusia maupun modal, mungkin prosesnya akan memakan waktu lebih lama dari yang Anda harapkan. Bukan berarti bisnis Anda tidak akan sukses, maksudnya adalah Anda harus menyediakan kesabaran yang cukup untuk menggapai kesuksesan tersebut.

Anda harus siap “pindah gigi” sewaktu-waktu.
Pada saati kami mendirikan perusahaan, kami punya sebuah visi yang ingin kami capai dengan perusahaan kami. Kami menyusun strategi awal yang berbasis e-commerce. Namun sialnya, berdirinya bisnis kami bertepatan dengan penurunan daya beli pasar, yang berimbas pada penurunan penjualan e-commerce kami sebesar 50 persen. Belum lagi penurunan pasar industri anggur secara keseluruhan. Saya dan istri saya tidak membiarkan situasi ini membunuh bisnis kami, dengan segera kami mengubah strategi kami dan berpikir out of the box untuk mencari konsumen mana yang memiliki keinginan paling mendesak pada produk kami. Strategi ini mempertemukan kami dengan perusahaan penerbangan dan industri perhotelan. Dan sekarang 30 – 40% persen dari produk kami dipasarkan di segmen tersebut.

Keterampilan menjual level tertinggi tidak bisa dipelajari di kelas.
Apapun yang Anda jual, baik itu barang ataupun jasa, kemampuan Anda untuk melakukan closing penjualan adalah hal yang sangat penting ketika Anda berhadapan dengan pelanggan, klien, atau konsumen. Namun Anda tidak bisa mengajarkan semua elemen closing hanya dengan ceramah di dalam kelas. Kemampuan membaca orang, atau memancarkan karisma yang tepat di mata pelanggan adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan. Untungnya bagi perusahaan kami, hal ini tidak menjadi masalah karena Selena (istri Khary) memiliki kemampuan luar biasa dalam menjual produk kami. Kemampuannya tersebut bersumber dari pengalaman dan passionnya pada bisnis kami yang menyala-nyala. Saya percaya para penjual-penjual top memiliki kesamaan karakteristik tertentu yang tumbuh dan berkembang melebihi keterampilan-keterampilan yang bisa diajarkan (teachable skills), seperti: Mereka harus senang meleburkan diri dan berinteraksi dengan orang-orang, mereka harus senang menjadi problem solver, mereka harus jeli dalam menciptakan nilai yang saling menguntungkan antara mereka sendiri dengan klien. Kalau Anda tidak memiliki skill-skill tersebut bukan berarti Anda tidak akan bisa menjual dengan baik, namun hal tersebut hanya berarti bahwa mungkin skill-skill tersebut bukanlah hal yang sudah ada dalam diri Anda secara alamiah. Kalau seperti itu kasusnya, sewalah atau bermitralah dengan seseorang yang memiliki skill tersebut. Karakteristik seorang salesman yang handal tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat.

Anda harus senantiasa berpikir besar, walaupun Anda kecil.
Pada saat kami memulai bisnis, hal yang pertama kami pikirkan adalah bagaimana caranya kami bisa tumbuh dengan cepat. Kami lebih memilih untuk membesarkan distribusi secara nasional, bukannya membangun reputasi yang kuat dalam satu segmen pasar dulu. Kami belum paham pentingnya memulai suatu dari hal yang kecil dan tumbuh bertahap ketika Anda sudah stabil. Prinsip paling penting di awal berdirinya bisnis adalah menciptakan arus kas yang cukup untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Untuk bisnis yang didirikan dengan modal pribadi atau sejenisnya di mana pendirinya memiliki peran yang signifikan dari segi keuangan, hal ini akan sangat menentukan panjang atau tidaknya umur bisnis Anda. Dengan berusaha menciptakan pertumbuhan bisnis secara cepat, Anda menempatkan bisnis Anda dalam situasi di mana dibutuhkan investasi dan sumber daya tambahan untuk mengejar target pertumbuhan yang mungkin Anda tidak memilikinya. Hal ini bisa menyebabkan Anda kehilangan kendali terhadap bisnis Anda, seperti menggandeng mitra baru yang sebelumnya tidak ada, akibatnya Anda akan melihat bisnis Anda dikelola dengan cara yang tidak sesuai dengan visi Anda di awal Anda mendirikan bisnis. Jangan biarkan hal ini terjadi.

Seandainya saja saya tahu hal-hal ini sebelum kami mendirikan bisnis…

Memang tips-tips ini bukan tips yang terdengar glamour, tapi faktor-faktor di atas sangat penting dalam menentukan apakah Anda sedang berada di jalan yang benar untuk menggapai kesuksesan bisnis Anda. Tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan Anda, tapi dengan membaca artikel ini setidaknya Anda bisa merenung dan bertanya pada diri Anda sendiri, apa yang akan Anda lakukan bila Anda terjebak di dalam situasi terburuk dari semua kemungkinan terburuk.

Sumber: Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s