7 Senjata Paling Mematikan Di Dunia Sales

sales weapon

Anda bisa saja memanfaatkan website, iklan, playbook, sales script, software, brosur, dan sebagainya untuk memudahkan Anda menjual. Namun tidak satupun di antara mereka yang merupakan 7 senjata paling ampuh untuk menaklukkan konsumen. Mau tahu yang paling ampuh?

Menjual memang tidak mudah, maka seringkali para pebisnis atau penjual menginvestasikan uangnya pada hal-hal yang menurut mereka bisa memudah mereka dalam menjual. Namun seringkali mereka salah mengidentifikasi “senjata” yang paling ampuh dalam mendongkrak penjualan mereka. Kalau Anda tidak ingin salah melangkah juga, maka Anda harus tahu apa saja 7 senjata paling ampuh dalam menjual menurut Geoffrey James berikut ini, dikutip dari Inc (13/03/2013):

Sekalipun Anda bisa mengerahkan semua jenis instrumen penjualan seperti website, iklan, playbook, sales script, software, brosur, dan sebagainya; tidak akan ada hasilnya bila Anda tidak mempunyai “senjata” intelektual dan emosional berikut ini yang sebenarnya lebih menentukan sukses atau tidaknya penjualan Anda.

Inilah tujuh “senjata” yang harus Anda kembangkan:

1. Kesabaran
Dengan bersabar, berarti Anda memberi ruang bagi pelanggan untuk mengambil keputusan sesuai tempo mereka masing-masing.
Anda juga pasti tahu bahwa menarik pucuk tanaman tidak akan membuatnya tumbuh lebih cepat. Kalau anda tidak memiliki cukup kesabaran, Anda akan dibuat frustrasi setiap kali terjadi suatu hal yang memakan waktu lebih lama dari yang Anda inginkan. Pelanggan akan merasakan rasa frustrasi Anda dan membuat mereka ragu untuk membeli dari Anda.

2. Komitmen
Kalau Anda punya komitmen yang kuat pada kesuksesan pelanggan dan kesuksesan Anda pribadi, Anda akan melakukan apapun yang diperlukan (tanpa melanggar batas-batas etika dan hukum) untuk memastikan pekerjaan Anda terselesaikan. Anda akan buang jauh-jauh segala godaan untuk menyerah. Namun bila Anda tidak memiliki komitmen, Anda akan berkali-kali gagal dan gagal lagi untuk mewujudkannya, dan akan sering membuat kesalahan di saat-saat yang sangat tidak tepat.

3. Antusiasme
Antusiasme bisa menular: Bila Anda punya rasa antusias pada diri Anda sendiri, perusahaan Anda, dan produk Anda; pelanggan Anda akan “menyambut” antusiasme Anda dan mempercayai kemampuan Anda untuk memberikan kebaikan untuk mereka. Namun bila Anda tidak memiliki cukup antusiasme, Anda akan selalu dikelilingi oleh penolakan dan “keberatan” yang tidak ada habisnya.

4. Keingintahuan
Rasa ingin tahu adalah kunci untuk tumbuh dan berkembang. Dan bila anda ingin tumbuh sebagai individu dan seorang profesional, Anda harus mengalokasikan waktu setiap harinya untuk mempelajari sesuatu yang baru untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pelanggan Anda. Anda akan membaca buku, mendengarkan rekaman training, mengikuti kursus, dan membangun jejaring. Bila Anda tidak tumbuh, ide-ide Anda akan melempem, karir Anda akan terseok-seok, dan kemampuan Anda untuk bersaing perlahan-lahan menipis.

5. Keberanian
Bila Anda punya nyali, Anda akan lebih mantap dalam mengambil risiko yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bisnis Anda menuju tempat baru, meskipun sedang Anda hadapi adalah situasi yang luar biasa aneh. Selain itu Anda cenderung melihat kegagalan sebagai sebuah kesempatan belajar, bukan sebagai akhir perjalanan. Namun bila Anda tidak punya keberanian, Anda tidak akan bergerak saat situasi semakin tidak menentu, mengakibatkan masalah-masalah kecil berkembang menjadi bencana besar.

6. Integritas
Bila Anda punya integritas, tidak akan ada ketidaksinkronan antara niat yang Anda ucapkan dengan niat yang sesungguhnya di dalam hati Anda. Karena tidak ada agenda terselubung, pelanggan dapat merasakan kejujuran Anda dan merasa nyaman bekerja dengan Anda. Namun bila Anda tidak punya cukup integritas, pelanggan akan merasakan bisikan yang mengatakan “ada sesuatu yang tidak beres” dan cenderung membatalkan rencananya untuk membeli dari Anda.

7. Keluwesan
Hidup selalu berubah, tidak ada yang tetap sama. Bila anda punya cukup keluwesan, anda bisa melihat hal-hal apa saja yang berjalan dengan baik dan mana yang tidak, kemudian mengubah pendekatan Anda supaya sesuai dengan keadaan yang terus berubah. Namun bila Anda tidak punya keluwesan, Anda cenderung akan meneruskan strategi dan taktik yang lemah meskipun sudah terbukti tidak berjalan dengan baik.

Tulisan di atas disarikan dari sebuah percakapan dengan Jeff Keller, penulis buku best-seller Attitude is Everything.”

Sumber: Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s