Teknik Klasik Untuk Mengatasi 3 Penolakan Paling Klasik

Pyramid of Rejection - One Hidden Yes

Berikut ini kami sajikan 3 penolakan yang paling sering dilontarkan oleh prospek. Tapi jangan khawatir, kami juga paparkan bagaimana cara Tom Hopkins mengatasinya. Anda wajib tahu!

Di kalangan para pedagang dan pebisnis, ditolak adalah hal yang sangat biasa, namun pedagang sejati tidak akan membiarkan penolakan itu berlalu begitu saja tanpa perlawanan. Selalu ada jawaban untuk setiap masalah. Sedangkan untuk masalah penolakan, tidak diragukan lagi Tom Hopkins, salah satu sales trainer terhebat di dunia, diakui dunia sebagai pakarnya mengatasi penolakan. Kali ini, kita beruntung Geoffrey James, kontributor majalah Inc. dan penulis buku-buku penjualan ternama Amerika, pernah mempelajari solusinya langsung dari bibir Tom Hopkins sendiri, dan kini dia ingin membagikan tekniknya kepada kita. Check this out!

Saya akan menunjukkan contoh-contoh penolakannya dengan cara yang persis seperti apa yang saya alami sendiri, diikuti observasi dan penyesuaian yang saya lakukan pada script-nya supaya berhasil bila diterapkan pada Anda.

  1. Saya bisa dapat harga yang lebih murah di tempat lain.
    Respon Anda: “Di jaman secanggih sekarang ini, semua orang bisa dengan mudah mendapatkan apapun dengan harga yang lebih murah. Selain itu saya juga mendapati bahwa orang-orang yang cerdas menginvestasikan uangnya dengan melihat 3 faktor ini: kualitas terbaik, layanan paling memuaskan, dan harga terendah. Tapi masalahnya, tidak ada satu perusahaan pun yang mampu memberikan ketiga-tiganya secara konsisten. Dua mungkin masih bisa, tapi tidak kalau ketiga-tiganya. Yang mana dua dari tiga hal tersebut (kualitas, harga, atau layanan), yang menurut Anda paling penting untuk rencana jangka panjang Anda?
  2. Saya bisa minta tolong teman saya.
    Respon Anda: “Kalau saya di ada posisi Anda, mungkin saya juga akan mengatakan hal yang sama (katakan sambil tersenyum sopan). Tapi apa Anda tahu, ada satu pepatah klasik, “pertemanan dan bisnis tidak selalu bisa sejalan”. Nah, bila Anda membeli dari teman Anda, mungkin Anda akan mengalami kesulitan untuk menyatakan ketidakpuasan Anda dengan apa yang sudah Anda bayarkan karena mungkin hal tersebut bisa merusak hubungan pertemanan. Dengan saya, Anda bisa terus mencari saya sampai Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan secara tepat.”
  3. Saya pernah menggandeng perusahaan Anda, tapi mereka tidak profesional.
    Respon Anda: Saya sangat berterima kasih atas keterusterangan Anda. Saya juga akan kecewa seperti Anda bila hal tersebut terjadi pada saya. Misalnya Anda berada pada posisi sebaliknya dan perusahaan Anda bekerja dengan tidak profesional, mungkin Anda akan memecat orang yang paling bertanggungjawab atas masalah tersebut. Itu juga yang mungkin dilakukan oleh perusahaan kami, dan sekarang adalah tugas saya untuk memastikan bahwa Anda diperlakukan dengan cara yang benar mulai sekatang.”

Ada satu alasan yang membuat 3 teknik ini disebut klasik: keampuhannya. Tapi supaya mereka juga ampuh untuk Anda, Anda tidak bisa cuma sekedar menghafalnya di luar kepala. Lebih dari itu, pahami logika dan maksud di balik setiap respon dan rangkai sebuah respon yang menggunakan kata-kata tersebut. Lalu sampaikan dengan pengucapan yang paling natural bagi diri Anda.

Sebagai contoh, umpamakan Anda berusia 20-an tahun, menjual peralatan olahraga ekstrim dalam partai besar kepada seorang pembeli yang berusia 30-an tahun. Respon no.3 dalam versi yang paling cocok untuk Anda mungkin akan lebih mirip seperti ini:

“Ya, saya bisa mengerti perasaan Anda. Pada saat saya bergabung dengan perusahaan kami, saya dengar beberapa rumor memang ada beberapa kekacauan. Keadaan saat ini, sejauh yang bisa saya katakan, semua masalah sudah teratasi dan sumber kekacauan sudah hilang dari perusahaan. Sekarang adalah tugas saya untuk memastikan Anda mendapatkan harga yang bagus untuk peralatan yang banyak dicari orang ini lalu memastikan Anda mendapatkannya pada saat Anda membutuhkannya.

Omong-omong, memodifikasi naskah penjualan tidak sulit kok. Pikirkan saja apa yang ingin Anda komunikasikan dan lakukan seakan-akan Anda sedang berbicara dengan teman di cafe. That simply!

Sumber: Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s