Sumber Modal Yang Tepat Untuk Start Up

moneytree seed

Sumber modal dari mana yang paling cocok untuk perusahaan Anda? Setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, maka pertimbangkan mereka dengan hati-hati. Apa saja yang harus Anda pertimbangkan?

Ilya Pozin, pendiri Pluto.TV sekaligus kontributor majalah Inc., berbagi pengalamannya tentang sumber-sumber permodalan yang tersedia bagi para start-up. Berikut penuturannya, dikutip dari Inc (19/01/2013):

Perusahaan digital marketing saya baru-baru ini memberikan mentoring kepada sejumlah bisnis start-up lainnya. Saya sudah melakukan hal ini secara informal bertahun-tahun sebelumnya namun saya memutuskan untuk membuatnya lebih resmi saat ini dan benar-benar berniat untuk menginkubasi mereka. Saya masih ingat berapa banyak mentoring yang telah membantu saya pada awal-awal berdirinya Ciplex. Dalam prosesnya, saya sudah diingatkan akan pentingnya mendapatkan pendanaan yang tepat. Terlalu sederhana kalau hanya mengasumsikan tugas pertama Anda adalah untuk meyakinkan VC yang paling mudah Anda akses, karena bisa jadi VC adalah pilihan terakhir yang ingin Anda ambil.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh, saya sempat kan juga untuk berdiskusi dengan beberapa pakar pendanaan: Malcolm Cowley, pendiri Buy.At dan Performa Horizon Group; Matt Winnick, managing partner Endgame Partners, dan Slava Rubin, pendiri dan CEO dari Indiegogo. Dan ini kesimpulan saya.

Modal Pribadi
Saya merogoh kocek saya sendiri untuk mendirikan Ciplex. Kalau Anda memiliki aset yang cukup atau tidak ingin meminjam uang, Anda bisa memilih menggunakan modal pribadi. Cowley memberi alasan yang paling menarik mengapa Anda sebaiknya menggunakan modal pribadi: Anda punya hak sepenuhnya mengendalikan bisnis Anda. Anda dapat membuat semua keputusan dan bebas untuk melakukan apa yang Anda inginkan.

Di sisi lain modal pribadi menyimpan sebuah risiko besar yang para pengusaha sering abaikan. Bila Anda memilih untuk menggunakan modal pribadi, Anda mungkin kehilangan bimbingan dari pemodal ventura berpengalaman yang amat sangat berharga, kata Cowley. Hanya ada Anda dan cara berpikir Anda, yang mungkin belum cukup luas.

Teman & Keluarga
Bila Anda punya sejumlah orang-orang yang percaya pada Anda (di antara teman-teman dan keluarga) yang bersedia untuk memberi bantuan pada beberapa poin pengeluaran Anda, hal ini bisa menjadi pilihan yang menarik. Bisa jadi inilah pilihan yang memberikan fleksibilitas dan kesabaran terluas dia antara pilihan lainnya. Winnick mewanti-wanti, untuk mendapatkan pinjaman dari orang terdekat Anda, dibutuhkan hubungan yang benar-benar kuat agar pasang surut bisnis Anda tidak sampai merusak hubungan baik Anda dengan mereka.

Crowdfunding
Crowdfunding–yang berpotensi untuk menjadi salah satu cara terbaik dalam mengangkat perekonomian–memungkinkan siapa pun untuk menciptakan perubahan dengan mengucurkan uangnya kepada inovasi dan bisnis yang mereka rasa layak mendapatkannya.

Menurut Rubin, salah satu manfaat terbesar crowdfunding adalah kemampuannya untuk mempertemukan ide dengan pasar, yang merupakan langkah penting untuk menentukan masa depan bisnis Anda. Tapi kita juga harus realistis: Cara ini lebih rumit dari yang Anda bayangkan. Anda mesti memahami bahwa kampanye yang sukses membutuhkan waktu dan dedikasi yang signifikan untuk mendapatkan dukungan yang Anda perlukan dan memenuhi apa yang sudah Anda janjikan. Jangan sampai Anda menyia-nyiakan kebaikan yang sudah Anda kumpulkan.

Pembagian Saham
Walaupun sering diabaikan, pembagian porsi kepemilikan berdasarkan kontribusi seseorang adalah satu bentuk pendanaan juga. Namun tidak semua bisnis cocok dengan bentuk pendanaan ini, seperti bentuk pendanaan lainnya, ia juga punya kelebihan dan kekurangan.

Salah satu manfaat dari pembagian saham adalah tekanan yang Anda dapatkan dari investor tidak terlalu besar. Bahkan, jika Anda berhasil, Anda bisa mendapatkan porsi saham terbesar dalam perusahaan Anda. Kelemahan yang paling jelas, tentu saja, tidaklah mudah mendapatkan uang kontan di muka dalam jumlah besar, tidak mudah untuk level start-up.

Angel Investor
Bila perusahaan Anda tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, angel investor mungkin lebih tepat. Anda memiliki wewenang dan kontrol yang lebih besar terhadap bisnis Anda dibandingkan bila Anda memilih VC (venture capital / permodalan ventura). Cowley menyarankan, kalau Anda ingin menggunakan modal dari angel investor, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menggali apa visi dan target ROI angel investor Anda, lalu pastikan visi dan target ROI Anda sejalan dengan angel investor.

Venture Capital
Permodalan ventura menyediakan jumlah pendanaan yang luar biasa serta akses yang luas pada resources (sumber daya) yang Anda butuhkan. Menurut Winnick, selain uang, start-up yang terlibat dengannya bisa memetik benefit lain berupa bimbingan dari sosok-sosok brilian dengan koneksi luas yang ada di balik VC. Tapi tidak setiap pengusaha merasa nyaman memberikan wewenang, kontrol, dan visi stratejik sebagai imbalan atas dana yang mereka terima. Pastikan Anda memahami posisi Anda sebelum Anda mengambil pilihan ini.

Dana Hibah Pemerintah
Karena bentuk pendanaan ini berasal dari uang pajak, maka akan ada banyak aturan yang dibebankan pemerintah pada penerima hibah tersebut. Namun pada umumnya, pemerintah tidak akan memberikan hibah hanya untuk mendirikan bisnis saja, seringkali ada persyaratan terkait aspek penelitian, pengembangan, pemberdayaan, dan sebagainya.

Pinjaman Bank
Tidak sedikit pengusaha yang mendirikan bisnis dengan pendanaan dari bank. Namun umumnya seleksi pemberian pinjaman bank masih sangat ketat untuk orang yang baru pertama kali mendirikan bisnis. Untuk mengakalinya, banyak orang yang meminjam uang dari bank atas nama pribadi karena mereka tidak dapat memperoleh pinjaman atas nama bisnis mereka.

Akselerator Dan Inkubator
Akselerator dan inkubator adalah cara yang bagus untuk mengangkat bisnis-bisnis berusia muda, bahkan Anda bisa mendapatkan akses ke sumber daya dan bimbingan dari pebisnis-pebisnis yang lebih berpengalaman. Menurut Winnick, umumnya akselerator bertindak sebagai penyedia sarana bagi perusahaan Anda untuk melakukan lompatan, menawarkan ruang kerja, bimbingan, dan investasi sederhana. Sedangkan inkubator baik bagi pengusaha yang masih berusaha mewujudkan ide bisnisnya, karena mereka biasanya memberi waktu yang cukup panjang supaya Anda mampu berdiri dengan kaki Anda sendiri.

Memilih pendanaan yang tepat untuk bisnis Anda tidak bisa seperti menembak dalam kegelapan. Pada saat mendirikan perusahaan, saya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menimbang pilihan-pilihan pendanaan yang ada sebelum mengambil keputusan, dan sebaiknya Anda juga begitu.

Jadi, pilihan mana yang akan Anda ambil?

Sumber: Inc.

Catatan redaksi:
Meskipun perekonomian Indonesia terlihat sedang bagus dan dukungan pemerintah terhadap permodalan bisnis kecil semakin terlihat, namun faktanya, berdasarkan pengalaman redaktur, untuk mendapatkan kucuran pinjaman dari bank tidaklah mudah. Persyaratannya sangat ketat dan birokrasinya cukup panjang, misalnya survey bank ke lokasi bisnis atau ke rumah Anda yang dilakukan berkali-kali dan terkesan bertele-tele. Pertanyaannya pun diulang-ulang. Sangat memuakkan bagi Anda yang sangat menghargai waktu dan banyak beraktivitas di luar rumah untuk meladeni kunjungan para surveyor bank ini.

Namun bagaimanapun tidak mudah bagi orang yang baru AKAN mendirikan bisnis mendapatkan pinjaman dari bank. Sebaliknya lebih mudah bagi bank mengucurkan pinjaman untuk Anda bila usaha Anda TELAH berdiri setidaknya selama 2 tahun, karena hal itu menunjukkan ketahanan bisnis dan mental Anda.

Berdasarkan pengalaman redaktur, ada 3 cara yang cukup efektif untuk memperbesar peluang Anda mendapatkan pinjaman dari bank:

1. Anda harus punya aset untuk dijaminkan
Dengan jaminan aset, akan lebih mudah bagi bank mempertimbangkan permohonan kredit Anda meskipun itu adalah pertama kalinya Anda mendirikan bisnis. Namun jangan pernah mengharapkan Anda akan mendapatkan besar pinjaman yang senilai dengan nilai aktual aset Anda. Umumnya bank akan memberikan pinjaman senilai 1/3 – 2/3 nilai aset Anda. Misalnya Anda akan mendirikan bisnis pertama Anda dengan pinjaman dari bank, dan Anda membutuhkan Rp 500 juta. Lalu Anda menjaminkan rumah Anda yang nilainya Rp 500 juta. Bank tidak akan memberikan pinjaman sebanyak 500 juta, paling-paling hanya Rp 200 juta saja yang disetujui, paling bagus Rp 300 juta mungkin.

Anda pernah mendengar program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari pemerintah yang uangnya disaluran melalui bank-bank? Apa yang Anda dengar? Kemudahan mendapatkan KUR? Bunga ringan? Tanpa jaminan? Pemerintah mendorong agar masyarakat memanfaatkan dana KUR?

Fakta di lapangan tidak seindah berita di media. Ya, benar pemerintah memang mendorong masyarakat untuk mengakses KUR, karena pemerintah juga punya kepentingan untuk menggenjot perekonomian. Namun pelaksaannya berbeda nyaris 180 derajat. Hingga terakhir pantauan redaktur pada 2011, Hanya sebagian kecil dari bank yang menyalurkan kreditnya tanpa jaminan,  itu pun dengan kompensasi berupa bunga sebesar 2% per bulan, jauh tinggi di atas rata-rata bunga kredit perbankan.

Memang ada bank yang bersedia mengucurkan modal tanpa agunan/jaminan, namun dengan persyaratan yang cukup rumit, sekalipun Anda berhasil memenuhi persyaratannya, belum tentu juga pinjaman Anda disetujui, atau belum tentu Anda mendapatkan pinjaman penuh senilai yang Anda harapkan. Seperti misalnya persyaratan wajib membuat SIUP atau badan usaha Anda harus berbentuk setidaknya CV, setelah Anda berhasil melakukan persyaratan-persyaratan tersebut belum tentu bank tersebut menyikapi Anda serius, bahkan sampai sebulan dari pengajuan pun surveyornya mungkin tidak juga mendatangi rumah Anda.

Pada dasarnya bisa dimengerti mengapa bank ogah-ogahan menanggapi pengajuan pinjaman tanpa agunan karena berdasarkan pengakuan dari beberapa praktisi perbankan, pada tahun-tahun awal dimulainya program KUR, banyak terjadi kredit macet akibat para peminjam KUR tidak membayar bahkan mencicil pinjamannya seperti yang telah disepakati, sejak itu bank-bank pun kurang antusias meeladeni permohonan KUR tanpa agunan. Namun sisi positifnya, hanya peminjam-peminjam yang kreatif (atau cerdik?) saja yang mampu lolos hingga penyaringan terakhir dari bank, barangkali hal itu secara tidak langsung membantu bank untuk menyeleksi mana orang yang benar-benar layak diberi pinjaman dan mana yang tidak.

2. Umur bisnis
Beberapa kali redaktur menemui bank yang mensyaratkan umur bisnis, baik yang menggunakan agunan maupun tanpa agunan. Mereka hanya memilih untuk memberi pinjaman pada bisnis-bisnis yang sudah berdiri setidaknya 2 tahun, namun ada juga yang mensyaratkan lebih lama dari itu. Umur bisnis ini menunjukkan apakah Anda dan bisnis Anda tahan banting atau tidak, serta mengukur kemampuan pemiliknya dalam mempertahankan dan mengelola bisnisnya.

Kalau Anda sudah menemukan bank yang begini, jangan buang waktu Anda dan segera keluar dari pintunya. Tetap jalankan rencana Anda (mendirikan bisnis) dengan segala cara dan sekecil apapun skalanya, bertahanlah setidaknya 2 tahun, setelah itu Anda akan mendapati pintu terbuka lebih lebar di mana-mana.

3. Cashflow/arus kas
Sekali lagi, ini adalah persyaratan yang hanya bisa dipenuhi oleh bisnis yang sudah berdiri. Laporan cashflow selama setahun bercerita lebih banyak dari kata-kata yang keluar dari bibir Anda saat surveyor bank mendatangi Anda. Di tangan analis, laporan cashflow ini seperti buku cerita yang menuturkan sebaik apa Anda bisnis Anda dikelola. Bahkan sekalipun umur bisnis Anda memenuhi syarat, persyaratan cash flow ini jauh lebih menentukan lolos tidaknya permohonan kredit Anda.

Namun tidak sembarang cashflow yang ditanggapi serius oleh bank. Hanya laporan cashflow yang dikerjakan dengan disiplin dan akuntabel saja yang dinilai pantas diteliti. Maka itu, mulai sekarang budayakan mencatat arus keuangan bisnis Anda setiap hari dan dokumentasikan dengan baik bukti-bukti transaksi (nota, kuitansi, struk) sekecil apapun nilainya. Kliping mereka secara khusus, dengan rapi dan urut berdasarkan tanggalnya. Ketiga tips ini berlaku juga untuk lembaga keuangan lainnya seperti koperasi.

Sumber: http://bisnisnesia.com

One thought on “Sumber Modal Yang Tepat Untuk Start Up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s