Pertanyaan Yang Harus Anda Jawab Sebelum Memutuskan Menjadi Seorang Entrepreneur

Where To Go

Alasan Anda mendirikan bisnis sama pentingnya dengan bidang bisnis apa yang akan Anda pilih. Sebaiknya Anda pahami dulu latar belakang Anda mendirikan bisnis supaya Anda tidak menyesal dalam menentukan bidang bisnis yang ingin Anda geluti.

Jeff Haden, kontributor majalah Inc., mengungkapkan pengalamannya berbincang dengan audiens seminarnya di mana hampir semua audiensnya mengaku alasan mereka mendirikan bisnis adalah karena ingin mengikuti passion mereka, ingin meraih mimpi, atau ingin melakukan hal yang mereka cintai dengan lebih banyak dan lebih sering. Sementara di sisi lain, mereka juga mendirikan bisnis dengan alasan ingin kaya secara materi.

Menurut Jeff Haden alasan mendirikan usaha menurutnya turut menentukan kebahagiaan dan kepuasan sang pebisnis. Berikut ini refleksi darinya, dikutip dari Inc (16/01/2013):

Bisakah kita mengikuti passion sembari mencetak pundi-pundi kekayaan? Bagi kebanyakan dari kita, jawabannya adalah tidak mudah.

Pada saat memulai bisnis Anda memiliki dua pilihan yang paling mendasar:
Pilihan 1:
Mendirikan bisnis karena ingin lebih banyak dan lebih sering lmelakukan hal-hal yang Anda cintai, dan menghindari hal-hal yang tidak Anda sukai.
Pilihan 2:
Mendirikan bisnis yang (semoga) bisa mendatangkan penghasilan yang lebih baik.

Sayangnya, kedua pilihan ini cenderung saling bertentangan satu sama lain, kecuali bila passion Anda adalah mengembangkan bisnis.

Kenapa? Pada dasarnya masing-masing dari kita istimewa, tapi sebagian besar dari kita tidak akan bisa menaklukkan statistik. Tapi hal itu tidak mengapa, karena hanya sedikit orang yang mampu mencapai level ekstrim.

Jika Anda seorang koki dan Anda membuka sebuah restoran dengan 40 meja, keberhasilan Anda akan selalu dibatasi oleh harga, jumlah tempat duduk, dan sejumlah kecil faktor lainnya. Bahkan meski dalam skenario terbaik pun Anda hanya dapat menghasilkan uang secukupnya.

Satu-satunya cara untuk menghasilkan pemasukan lebih besar adalah dengan berekspansi: lebih banyak lokasi, lebih banyak karyawan, lebih banyak investasi, dan lebih banyak hal lagi.

Namun sayangnya banyak pengusaha tidak berpikir sejauh itu. Karena sakingnya menariknya gagasan “MENGIKUTI PASSION” hingga mereka terjerumus ke dalam sindrom “SAYA AKAN MENJADI SATU-SATUNYA ORANG YANG MELAKUKAN APA YANG TIDAK SEORANG PUN BISA LAKUKAN” dengan begitu mudahnya, sehingga banyak pengusaha lupa untuk melakukan apa yang saya sebut dengan matematika kepuasan.

Matematika kepuasan cukup sederhana:
Apakah kepuasan yang saya dapatkan dari bisnis saya akan sebesar kepuasan yang saya terima bila mendapatkan penghasilan yang saya impikan?

Contohnya begini: Misalnya Anda hobi bertaman sehingga Anda ingin membuka bisnis pertamanan, dan Anda ingin menghasilkan US$ 500.000 per tahunnya. Hmm,sementara menurut sejumlah situs survei penghasilan, pemilik bisnis pertamanan umumnya memperoleh penghasilan antara US$ 30.000 hingga US$ 90.000 per tahunnya.

Uang sejumlah itu sudah cukup banyak namun masih jauh dari US$ 500.000. Untuk sampai ke level itu artinya Anda harus melipatgandakan jumlah bisnis dan pelanggan Anda. Dan itu bisa berarti semakin berkurangnya porsi Anda melakukan aktivitas mendesain dan menghias taman yang Anda cintai tersebut, karena Anda akan harus lebih fokus pada aspek manajerial bisnis Anda.

Anda punya pilihan: mendapatkan uang kurang dari yang Anda inginkan namun bisa lebih sering melakukan hal yang Anda sukai, atau mendapatkan uang sebanyak yang Anda inginkan namun tidak bisa melakukan hal yang Anda sukai. Anda bisa memiliki keduanya bila, entah bagaimana, Anda memiliki kemampuan di level ekstrim.

Satu contoh lagi adalah food truck (truk kuliner). Banyak bisnis food truck bermunculan di daerah saya. Mereka menjual bermacam makanan, mulai dari makanan Meksiko, keju panggang, kopi, donat, mereka ada di mana-mana. Jika passion Anda adalah memasak dan berinteraksi dengan pelanggan Anda, bisnis ini akan membuat Anda serasa di surga. Tetapi jika yang Anda inginkan adalah penghasilan US$ 500.000 per tahun maka Anda harus melipatgandakan jumlah truck,  menambah karyawan, dan sebagainya. Yang harus Anda lakukan adalah mengelola bisnis, bukan menjalankan truk kuliner.

Umumnya pebisnis tidak tertarik dengan matematika kepuasan, karena uang dan passion bagi mereka sama pentingnya. Meskipun sudah berusaha mempertimbangkan aspek keuangan dan kenyataan, mereka tetap saja berharap mampu menyalurkan passion dan menjadi kaya sekaligus.

Bagi sebagian besar orang hal tersebut tidak akan berhasil. Itu sebabnya, jika tujuan Anda berbisnis adalah untuk mengikuti passion dan impian Anda, Anda harus mengambil pilihan 1: Lakukan apa yang Anda cintai. Pastikan Anda mengambil tes matematika kepuasan dan merasa puas dengan penghasilan yang tidak sebesar pilihan 2. Jika tidak, bisa-bisa Anda akan membenci apa yang Anda pernah menjadi passion Anda. Temukan titik di mana passion dan nilai penghasilan yang Anda inginkan bisa bertemu. Lalu ke sanalah Anda harus mengejar mimpi Anda.

Jika tujuan Anda adalah untuk menjadi kaya, Anda mungkin harus mengambil pilihan 2: Bangun, besarkan, dan kelola sebuah kerajaan bisnis. Kejar mimpi itu.

Ingin memilih keduanya? Silakan.
Tapi sebelumnya tentukan titik di mana penghasilan dan kepuasan yang Anda inginkan bisa bertemu.

Pilihan mana yang tepat?
Pilihan yang tepat adalah yang terbaik untuk Anda.

Sumber: Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s