Investasi Terpenting Dalam Hidup Anda Adalah…

wateringFakta bahwa Anda bukan seorang investor dan bukan pula seorang pebisnis bukanlah alasan untuk tidak berinvestasi. Karena aset terpenting Anda bukanlah rumah atau logam mulia. Mereka hanyalah buah dari keberhasilan Anda berinvestasi pada aset terpenting Anda. Lalu apa itu aset terpenting Anda dan bagaimana cara terbaik untuk berinvestasi padanya?

Anda mungkin tidak menyadari bahwa kita melakukan investasi setiap harinya. Kita berinvestasi pada iklan, pada produk, pada website dan media sosial. Manusia selalu mencoba mengalokasikan waktu dan uangnya untuk hal yang menurut mereka akan memberikan dampak positif.

Meskipun begitu, ada satu jenis investasi yang sering mereka lupakan: investasi pada diri sendiri. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa aset mereka yang paling berharga adalah diri mereka sendiri. Sangat menyedihkan. Akibatnya, hanya sedikit orang yang dengan sadar mencurahkan energi dan waktunya untuk diri mereka sendiri.

Padahal menurut Jeff Haden, kontributor majalah bisnis Inc., berinvestasi pada diri sendiri hanya membutuhkan sedikit waktu setiap harinya: 30 menit saja. Namun keuntungan yang dihasilkan dapat dirasakan untuk jangka waktu yang lama serta hasilnya lebih baik daripada jenis investasi lainnya.

Berikut caranya berinvestasi yang baik pada diri Anda, dan hanya membutuhkan sedikit waktu saja setiap harinya, dari Jeff Haden:

1. Membangun hubungan yang kuat.
Lupakan Facebook, LinkedIn, dan Twitter sejenak. Koneksi di social media memang berguna, tetapi koneksi terbaik adalah koneksi yang nyata dan personal.

Contoh sederhana: Setiap hari saya menghabiskan beberapa menit memeriksa pembaca yang men-tweet atau men-share artikel saya (anak saya menyebutnya mengintai. Saya menyebutnya market research). Saya melihat-lihat sejumlah profil dan website dan sesekali mengirimkan email ucapan terima kasih singkat. Saya tidak mengharapkan balasan, tapi terkadang saya mendapatkannya, dan sering menciptakan hubungan pertemanan baru. Beberapa di antaranya bahkan menghasilkan artikel.

Caranya: Luangkan beberapa menit sehari dan menghubungi – lewat telepon atau email, bukan dengan media sosial – pelanggan atau kolega atau hanya orang yang ingin Anda puji atau ucapkan terima kasih. Anda akan dibuat terkejut oleh karma yang baik yang dibangun oleh koneksi nyata Anda.

2. Melakukan sesuatu yang gila.
Maksudnya, bukan sesuatu yang gila di mata Anda, tapi gila di mata orang lain. Pilih sesuatu yang tidak seorang pun akan berpikir Anda harus atau mampu melakukannya… dan lakukanlah. Bila Anda ingin berpikir outside the box, Anda harus hidup outside the box juga, setidaknya beberapa menit saja.

Jika Anda ingin memiliki kehidupan yang berbeda dari kehidupan orang lain, Anda harus siap untuk melakukan apapun yang orang lain tidak akan melakukannya.

Caranya: Tantang diri Anda. Rendahkan diri Anda. Taklukkan diri Anda. Lakukan satu kegiatan atau pekerjaan sampingan yang “bawah” Anda. Misalnya, menjadi satu-satunya orang yang kelebihan berat badan yang ikut pelatihan maraton. Mengikuti kursus yang sangat berat bagi Anda untuk mampu lulus darinya. Menjadi relawan.

Apa pun yang Anda lakukan, pastikan itu benar-benar di luar zona nyaman Anda. Anda akan belajar, berkembang, dan menjadi lebih baik, lebih kuat, dan lebih percaya diri.

Belajar untuk tidak peduli dengan apa yang orang lain katakana tentang Anda – dengan cara yang sehat – akan membuat Anda jadi lebih kuat.

3. Membangun bisnis sampingan.
Menjaga fokus seperti sinar laser adalah hal yang hebat. Begitu juga memperluas wawasan Anda.

Salah satu teman saya menjalankan sebuah perusahaan desain web dan membuat furnitur di waktu lainnya; seperti yang ia katakan, “Sangat menyenangkan bisa membuat sesuatu dari hal-hal yang bisa saya sentuh.” Berawal  dari merestorasi sebuah mobil Corvette 1960, tanpa ia sengaja ia telah mendirikan sebuah bisnis spare part mobil. Seorang teman saya yang berprofesi CEO gemar mendesain landscape taman di akhir pekan. Mereka melakukan sesuatu mereka sukai dan membuatnya menjadi sebuah “bisnis”.

Anda tidak perlu untuk mendirikan sebuah perusahaan, tapi Anda bisa memanfaatkan minat Anda untuk memperluas perspektif Anda – dan dalam proses membawa beberapa dari apa yang Anda pelajari “luar” kembali ke bisnis inti Anda.

Caranya: Pilih sesuatu yang Anda nikmati lakukan dan memikirkan cara-cara untuk membuat uang dari itu. Intinya adalah tidak untuk menjadi kaya; intinya adalah untuk membuka diri terhadap ide-ide baru dan tantangan baru.

Aspek bisnis akan membantu kreativitas percikan – karena kebutuhan adalah ibu dari kreativitas – dan membantu Anda tetap fokus.

4. Melakukan ritual pagi.
Akuilah: Selain untuk mandi, sebagian besar waktu yang Anda miliki sebelum dimulainya jam kerja Anda terbuang percuma. Memikirkan pakaian apa yang akan Anda kenakan, berlama-lama sarapan, mencari tahu apa yang sedang di lakukan teman-teman media sosial Anda… Banyak waktu Anda terbuang sia-sia. Di luar itu, Anda hanya tidur selama enam atau tujuh jam sehari; waktu bermalas-malasan telah selesai, pemalas.

Ketika Anda mengawali pagi dengan produktif, Anda tidak hanya akan lebih bersemangat untuk berangkat kerja, tetapi Anda juga akan merasa lebih bugar. Kita bisa mengambil manfaat lebih banyak lagi dari ritual pagi yang postifi ini

Caranya: Pilih hal-hal yang ingin Anda selesaikan dan buat rencana pagi yang bisa mempermudah Anda untuk melakukannya.

Mungkin Anda ingin melakukan olahraga. Atau ingin meyelesaikan sebuah presentasi, menulis buku, membaca hal-hal yang perlu Anda baca tapi tidak pernah ada cukup waktu atau energi untuk melakukannya sepulang kerja. Anda tahu hal yang sudah lama ingin Anda akukan tapi belum terlaksana. Lakukan sekarang.

Lalu manfaatkan waktu malam Anda untuk mempersiapkan waktu pagi Anda: Memilih pakaian untuk dipakai besok pagi, menyiapkan sarapan (tips cepat: Segelas susu dan sepotong protein bar bisa jadi sarapan yang sangat efisien). Lakukan apapun yang bisa mempermudah Anda untuk bangun pagi, bersih-bersih, dan melakukan ritual pagi Anda, berangkat kerja.

Mudah. Dan efektif.

5. Meluangkan waktu beberapa menit dan berpikir.
Ya ya ya, Anda memang berpikir sepanjang hari, tetapi itu belum benar-benar berpikir. Sebagian besar pemikiran Anda bersifat reaktif: untuk masalah, isu, dan tantangan.

Berpikir yang dimaksud di sini adalah jenis berpikir yang sangat berbeda. Berpikir ketika Anda tidak dituntut untuk berpikir jauh lebih produktif.

Caranya: Pertama-tama yang harus Anda lakukan: jangan melakukan apa-apa. Saat sedang berkendara menuju tempat kerja, matikan radio Anda. Saat sedang terjebak dalam antrian panjang, jangan mencari-cari sesuatu untuk dilakukan – cukup berdiri saja di sana. Saat sedang duduk di taman, matikan handphone atau masukkan buku Anda ke dalam. Berjalan-jalanlah. Ciptakan suasana di mana hanya ada diri Anda sendiri dalam pikiran Anda.

Rasanya seolah-olah seperti mati untuk beberapa menit, tapi tak lama kemudian karena merasa bosan pikiran Anda akan mulai berkelana dan ide-ide pun mulai mengalir. Dan Anda akan menyadari bahwa Anda tidak perlu ditemani orang lain karena Anda adalah teman yang baik untuk diri Anda sendiri.

Tanpa ada waktu untuk berpikir, Anda takkan pernah mendapatkan ide-ide brilian; ide Anda adalah aset terbaik yang bisa Anda miliki.

Dan ada satu lagi tips bonus:

6. Menelepon / menemui teman dekat Anda.
Mereka selalu ingin mendengar kabar Anda. Dan Anda akan selalu merasa lebih baik setelah Anda menelepon atau bertemu dengannya.

Sumber: Inc.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s