5 Pelajaran Yang Bisa Anda Petik Dari Karir US$ 500 Juta Marissa Mayer

Marissa Mayer. Foto: www.ziarpiatraneamt.ro
Marissa Mayer. Foto: http://www.ziarpiatraneamt.ro

Di usianya yang ke-39 tahun Marissa Mayer sudah menjabat sebagai direktur di sebuah perusahaan ternama bernilai US$ 40 Miliar. Rahasia karirnya yang meroket ini terungkap dalam buku tentangnya, “Marissa Mayer and the Figt to Save Yahoo!” Berikut ini 5 hal yang harus Anda lakukan untuk bisa menjadi sepertinya.

Di dunia internet, siapa yang tak kenal Marissa Mayer, sang penyelamat kapal karam Yahoo. Orang-orang mengagumi prestasi dan kecepatan karirnya.

Menurut catatan Nicholas Carlson, kepala koresponden majalah Business Insider dan penulis buku “Marissa Mayer and the Fight to Save Yahoo!”, untuk urusan harta kekayaan, Mayer telah meraup sedikitnya US$ 500 juta. Masing-masing US$ 300 juta dari Google dan US$ 200 lainnya dari Yahoo. Apa saja yang ia lakukan untuk meraih kesuksesan karir yang luar biasa dalam waktu sesingkat itu?

Carlson merumuskan, setidaknya ada 5 pelajaran penting yang bisa kita petik dari perjalanan karir senilai US$ 500 juta Marissa Mayer, dikutip dari linkedin:

Apa yang dilakukannya hingga karirnya bisa melesat secepat itu?

Itu adalah salah satu pertanyaan besar yang berusaha saya bongkar dalam buku terbaru saya, “Marissa Mayer and the Fight to Save Yahoo!

Buku tersebut berisi beberapa chapter yang menceritakan kisah hidup Mayer, dan menceritakan bagaimana ia bisa meraup kekayaan dan ketenaran yang luar biasa di Google.

1. Pilih karir yang paling menakutkan

Setelah menyelesaikan program masternya di Stanford, Mayer sebenarnya punya banyak pilihan karir berkelas dunia di depan matanya. Ia bisa memilih untuk menjadi konsultan dengan bayaran tinggi. Atau menjadi profesor di Carnegie Mellon. Atau, ia bisa bergabung dengan sebuah startup kecil yang namanya terdengar lucu yang sedang kehilangan banyak uang.

Mayer pun memenuhi undangan interview dengan startup tersebut, di sana ia terkejut mendapati begitu banyaknya orang-orang pintar di sana. Begitu pintarnya mereka sehingga hampir membuat ia merasa terintimidasi. Karena besarnya risiko bergabung dengan startup tersebut, dan karena begitu pintarnya orang-orang di dalamnya, bergabung dengan mereka adalah pilihan yang paling menakutkan bagi Mayer. Kalasan itulah ia memilih startup tersebut. Apa nama startup tersebut? Google! Mayer termasuk dalam 25 karyawan pertama Google.

2. Ketahui kelemahan Anda

Mayer direkrut oleh Google sebagai seorang coder. Projek besar pertamanya adalah membangun sistem advertising Google. Butuh waktu berbulan-bulan baginya hanya untuk sekedar menghasilkan satu progres kecil saja. Kemudian Google pun mengambil keputusan dan merekrut seorang coder jagoan dari DEC bernama Jeff Dean. Dean pun bergabung dengan Google dan ia menyelesaikan sistem yang telah lama dikerjakan oleh Mayer hanya dalam hitungan minggu. Mayer, yang terkadung jatuh cinta dengan Google menyadari bahwa ia tidak akan bisa memberikan kontribusi sebagai coder di Google. Ia harus menemukan cara lain agar bisa berguna bagi perusahaan.

3. Temukan dan pecahkan masalah besar di perusahaanmu

Setelah ia menyadari bahwa masa depannya di Google bukanlah sebagai coder, ia memutuskan untuk membuat dirinya berguna dengan cara menceburkan dirinya ke dalam berbagai masalah yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Ia bekerja di marketing, ikut membenahi server, terlibat di bagian PR. Hasilnya, Mayer menemukan tiga area di mana ia bisa memperbaiki Google.

Ia menjadi pengatur meeting para staf Larry Page, sang CEO. Ia menjadi orang yang memutuskan apakah interface produk baru memenuhi standard Google atau tidak. Hingga kemudian ia mendapatkan jabatan di mana ia menjadi pemegang keputusan akhir tentang bagaimana seharusnya tampilan dan kesan untuk semua produk Google, termasuk Google Search. Dan akhirnya, ia meluncurkan program associate product manager (APM) di Google – sebuah program training yang mengajarkan manajemen pada mahasiswa-mahasiswa dengan skill teknikal yang tinggi. Orang-orang jebolan program APM ini menyebar di seluruh penjuru Google. Melalui mereka, Mayer meraup pengaruh dan gengsi yang luar biasa di perusahaan karena selain melapor kepada bos mereka, orang-orang lulusan APM juga melapor kepada Mayer.

4. Jangan takut “memasuki wilayah orang”

Dengan melibatkan diri pada banyak masalah di perusahaan, konsekuensi yang diterimanya adalah ia mendapat masalah dari orang-orang yang sudah menanganinya sebelumnya. Mereka tidak senang ketika Mayer masuk dalam masalah mereka, namun Mayer tak peduli. Dan yang paling penting, manajemen Google tidak peduli. Mereka malah senang Mayer menyelesaikan beberapa isu yang menggerogoti Google semenjak mereka masih startup. Mayer memang menciptakan banyak musuh di Google, namun di sisi lain ia juga menciptakan ratusan juta dolar dan menjadikannya selebriti di dunia internet.

5. Tahu kapan waktunya mengucapkan selamat tinggal

Lambat laun musuh-musuh Mayer di Google mejadi semakin kuat sehingga mereka punya kekuatan untuk melawannya. Mayer bisa saja menggunakan cara-cara yang keras untuk mengatur mereka, namun ia memilih untuk tidak melakukannya. Sebaliknya, Mayer memilih untuk terus memberikan kemampuan terbaiknya untuk Google namun dalam peran yang lebih low-profile, misalnya: memimpin pengembangan aplikasi Google Map untuk iPhone. Mayer juga tidak tergesa-gesa untuk memutuskan mengambil kesempatan menjadi CEO Yahoo.

Ketika CEO Yahoo Carol Bartz dipecat pada tahun 2011, salah satu teman Mayer menyarankan agar ia mempertimbangkan peluang untuk mendapat posisi CEO tersebut. Mayer mengatakan ia sempat mempertimbangkannya, namun ia tidak percaya dengan dewan direksinya. Beberapa bulan kemudian, hampir seluruh dewan direksi meninggalkan Yahoo setelah mereka kalah “perang” dari investor Dan Loeb. Setelah Loeb berhasil sepenuhnya menguasai keadaan, Mayer pun tertarik. Tak lama kemudian ia pun meneken kesepakatan senilai US$ 200 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s