Begini Caranya Mindset Menentukan Nasib Anda Dalam Berbisnis!

fight hardSebelum Anda memutuskan membangun bisnis Anda sendiri, Anda harus bisa mengukur kondisi psikologis Anda dengan baik, khususnya mindset Anda. Dengan begitu Anda akan mengetahui seberapa besar peluang Anda untuk memenangi persaingan. Bagaimana cara mindset menentukan nasib kita? Begini cara kerjanya!

Saat masih kuliah dulu saya dan seorang teman ingin mewujudkan cita-cita kami memiliki bisnis sendiri. Kami memutuskan akan membangun bisnis laundry saat itu. Itu adalah pengalaman pertama saya mendirikan bisnis dengan modal besar. Besar bagi saya karena menghabiskan puluhan juta rupiah, setelah sebelumnya saya hanya bermain dalam bisnis dengan modal kecil.

Namun sayangnya, meskipun modalnya cukup besar, setelah membelanjakan uang untuk mesin dan peralatan, modal yang tersisa tidak cukup untuk menyewa tempat usaha, meskipun hanya sepetak kios saja.

Setelah lama berputar-putar di sekitar kampus kami, kami tidak menemukan satu tempat pun yang bisa kami sewa seharga uang kami yang tersisa. Lalu kami pun memutar otak. Tidak hanya otak saja, tapi tangan, dada, perut, sampai pantat pun sudah kami putar-putar. Dan Alhamdulillah benar kata orang-orang, di mana ada kemauan di situ jalan, walaupun jalannya banyak lubang.

Hasil dari putar-putar organ tubuh tadi membuahkan hasil, kami berhasil membuat kesepakatan dengan seorang teman yang memiliki rumah yang sudah tidak ia huni lagi. Ia bersedia meminjamkannya kepada kami dengan imbalan share kepemilikan. Dari tiga tahun masa pinjam yang ditawarkan, kami malah memilih satu setengah tahun saja untuk meminjam rumah tersebut. Satu keputusan yang kelak akan kami sesali.

Kenapa kami tidak mengambil tiga tahun? Karena kepala kami dipenuhi baying-bayang ketakutan: Bagaimana kalau nanti kami gagal?

Dengan memutuskan berwirausaha, kami memang sudah siap untuk gagal, namun itu saja tidak cukup, karena kami hanya siap gagal untuk satu setengah tahun saja. Kami tidak siap menjalani kegagalan selama tiga tahun. Kami membiarkan ketakutan menguasai pikiran kami, inilah kesalahan terbesar kami.

Bisnis kami pun berjalan. Awalnya memang sangat berat. Lokasi laundry yang sangat masuk ke dalam kompleks perumahan yang tenang dan sepi benar-benar menjauhkan kami dari para pelanggan potensial. Kami pun mempraktikkan strategi jemput bola dengan cara mengetuk pintu rumah orang-orang dan menanyakan apakah ada pakaian kotor yang bisa kami kerjakan. Tidak jarang orang-orang menertawakan pilihan lokasi kami.

Setelah satu tahun berjalan, bisnis kami masih merugi. Namun begitu, pertumbuhan pasar dan arus kasnya terasa. Pelan-pelan semakin banyak orang mengenal laundry kami, dan semakin diakui juga reputasi kami.

Tak lama, satu setengah tahun pun akan kami lewati, tandanya kami sudah harus bersiap-siap angkat kaki dari rumah tersebut. Namun hingga waktu tersebut kami tidak mampu mengumpulkan cukup uang untuk menyewa kios baru. Dan kondisi bisnis kami sudah dibanding dengan enam bulan sebelumnya. Pertumbuhan pelanggan kami menggembirakan dan kami merasa lebih hidup.

Saat itulah saya menyesali keputusan saya. Dengan rasio pertumbuhan pasar yang telah kami capai, saya optimis seandainya kami punya waktu satu setengah tahun lagi, pasti kami mampu mengumpulkan uang yang cukup untuk menyewa kios atau ruko. Namun sayang peluang untuk memperpanjang masa sewa itu telah tertutup.

Saya baru paham bahwa membangun pasar dalam waktu kurang dari dua tahun adalah hal yang sulit, kecuali lokasi bisnis saya sangat strategis. Sedangkan untuk bisnis di lokasi yang kurang strategis, tentu saja kami membutuhkan waktu lebih panjang untuk membangun reputasi dan awareness para pelanggan potensial, maka waktu yang ideal untuk membangun pasar adalah 4-5 tahun.

Dengan terpaksa kami menutup laundry dengan kas nol rupiah dan dengan situasi di mana harga sewa properti sudah mengalami kenaikan. Artinya kondisi kami saat itu semakin tenggelam dibanding kondisi saat kami baru memulai bisnis.

Pelajaran yang saya petik adalah: kami salah mindset. Kami tidak datang memasuki medan laga dengan membawa mindset sukses. Kami malah datang dengan asumsi bila dalam satu setengah tahun kami tidak sukses itu artinya kami kalah dan harus segera keluar dari arena sebelum kami semakin menderita. Padahal pertempuran berjalan lebih lama dari yang kami kira, kami tidak menyiapkan bekal yang cukup.

Seandainya mental kami telah kami siapkan untuk menghadapi pertempuran dalam jangka waktu yang panjang, pasti kami akan menyiapkan tenaga dan modal lebih banyak lagi. Namun karena kami hanya punya keberanian untuk bertarung sebentar saja, maka inilah akibat yang harus kami terima. Seharusnya kami tidak melakukannya dengan setengah-setengah.

Mindset Anda menentukan bagaimana Anda akan bertindak. Mindset juara akan membakar semangat Anda untuk bertarung layaknya orang yang benar-benar ingin menjadi juara. Sedangkan mindset yang dipenuhi ketakutan akan membuat rasa takut Anda menutupi pandangan mata Anda dari peluang-peluang kesuksesan.

3 thoughts on “Begini Caranya Mindset Menentukan Nasib Anda Dalam Berbisnis!

  1. Pembelajaran yang sederhana untuk dicerna bagi yang membaca. (tentunya berat dan menjadi pengalaman sangat berharga untuk yang mengalami). Mindset kalau menurut saya adalah filosofi dari setiap gerak yang kita lakukan, termasuk dalam menjalankan usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s