Begini Caranya Bank Menentukan Apakah Bisnis Anda Layak Kredit Atau Tidak!

aiming piggy bankBerikut ini kami kupas aspek-aspek yang dilihat bank dalam menilai kelayakan kredit bisnis Anda, supaya Anda tahu apa yang harus Anda lakukan agar bank tak sanggup menolak permohonan kredit Anda!

Tidak peduli semewah apa kantor Anda atau sebanyak apa antrian pelanggan Anda, pada dasarnya bank hanya mau meminjamkan uangnya pada peminjam yang punya kemampuan dan kemauan untuk mengembalikan uang mereka. Di samping memberi mereka keuntungan tentunya.

Untuk mengetahui sebesar apa kemampuan dan kemauan Anda untuk mengembalikan uang mereka, mereka akan mengukur sejumlah aspek yang harus mereka lihat dalam bisnis Anda.

Apa saja aspek yang dilihat bank itu? Sebelum Anda bertanya kepada orang yang salah, untungnya Fakhrurroji Hasan, Corporate Communication dan Investor Relation Bank DKI yang juga seorang finance blogger, bersedia membagi ilmunya kepada Anda.

Menurut Fakhrurroji, ada 5 aspek yang harus Anda penuhi apabila Anda ingin mendapatkan kucuran kredit. dari bank, yakni:

  1. Character
    Aspek karakter lebih menekankan kepada pemilik bisnis kecil atau UMKM ketimbang usahanya.
  2. Capacity
    Aspek kapasitas merupakan penilaian bank mengenai kemampuan calon debitur (calon peminjam) untuk dapat mengembalikan pokok beserta bunga pinjaman.
  3. Capital
    Aspek capital atau modal menekankan kepada penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan.
  4. Condition of Economy
    Kondisi ekonomi lebih menekankan kepada kondisi ekonomi di yang sedang terjadi.
  5. Collateral
    Aspek collateral atau jaminan, merupakan aset dari debitur yang dapat dijaminkan kepada bank seandainya nantinya debitur tidak dapat mengembalikan pinjaman.

Dari ke 5 C tersebut, penilaian terhadap pemilik usaha dinilai dari aspek Character. Sementara penilaian terhadap perusahaan atau bisnisnya dinilai dari aspek Capacity, Capital dan Collateral. Sedangkan Condition of Economy adalah penilaian yang bersifat tambahan terhadap kondisi eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan atau ketidakmampuan calon debitur dalam melunasi hutangnya.

Terkadang, menurut Fakhrurroji, bank menggunakan pemahaman 6C yang menambahkan unsur Constraint sebagai salah satu pelengkap dari 5C tersebut. Constraint adalah hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu.

Selain prinsip 5C atau 6C tersebut, ada juga pendekatan 7P dan 3R. 7 P terdiri dari Personality (mirip dengan character), Party (pengklasifikasian calon debitur kedalam skala kelompok usaha yang mana), Purpose (tujuan calon debitur dalam mengambil kredit, untuk mengetahui jenis kredit apa yang dibutuhkan oleh calon debitur), Prospect (prospek usaha), Payment (bagaimana cara calon debitur mengembalikan pinjaman), Profitability (kemampuan nasabah dalam menghasilkan profit), dan Protection (menjaga kredit yang telah diberikan).

Namun menurut Fakhrurroji, sebenarnya 7 P secara prinsip tidak jauh berbeda dengan 5C. “Jika diperhatikan, aspek Protection mirip-mirip dengan aspek Collateral. Sedangkan aspek Party, Prospect dan Payment hampir mirip-mirip dengan aspek Capacity dan Capital. Sementara penilaian 3R mencakup Return, Repayment dan Risk Bearing Ability,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s